Senin, 28 Maret 2011

SEBUAH PONDOK BAMBU DAN SERPIHAN HATIMU YANG TERCECER

sebuah pondok bambu di tengah hutan sawit, bersahaja dengan derit saat menyapa kedatanganku.
mempersilahkan aku duduk, menikmati setiap celah yang tertembus oleh sinar surya menjelang senja.
semilir angin mencolek anak rambutku yang malu-malu tersibak bagai gadis desa yang tersipu oleh rayuan cinta para perjaka.

di sini, aku menemukan serpihan hatimu yang tercecer belasan tahun lalu. dan sebuah kekuatan Illahi menuntunku untuk memungutinya, kembali merangkaikan menjadi bait-bait sajak dalam bingkai berhias do'a, sejenak kulihat senyummu merekah indah di dalamnya.



Bogor, feb2010
** DM **

Tidak ada komentar:

Posting Komentar